Cilegon — RedMOL. ID - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Hal ini diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan Pelatihan dan Sharing Kegiatan Belajar Mengajar yang digelar oleh FKS Inspire di PT Bungasari Flour Mills, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Sabtu (17/1/2026).
Kegiatan bertema “Guru Kreatif, Siswa Aktif: Strategi Mengajar Numerasi, Literasi, dan Kelas Menyenangkan” ini menjadi wadah kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan dalam mendorong peningkatan kompetensi guru sekolah dasar.
Drg. Rully Kusumawardhany, MM, selaku Kepala Seksi SD Dindikbud Kota Cilegon, hadir mewakili Kepala Dinas untuk melihat langsung praktik pembelajaran yang diterapkan di sekolah internasional dan berpotensi diadaptasi di sekolah negeri.
“Guru harus terus belajar dan memperluas wawasan. Tidak ada murid yang bodoh, hanya proses belajar yang berbeda. Dengan kesabaran dan ketulusan, setiap anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang unggul,” ujar Rully dalam sambutannya.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber praktisi pendidikan dari sekolah internasional, yakni Nane Magdalena T., S.Pd., M.Pd (alumni Universitas Pelita Harapan) dan Al Hakim, S.Pd (alumni Universitas BINUS). Mereka berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, serta menyenangkan.
Sebanyak 39 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari kepala sekolah dan guru dari enam Sekolah Dasar Negeri di Kota Cilegon, yakni SDN Tegalratu, SDN Ciwandan, SDN Tegal Kidondong, SDN Jangkar, SDN Cilegon 01, dan SDN Kebon Dalem.
Materi pelatihan meliputi:
Manajemen kelas dan strategi mengajar.
Media pembelajaran yang menarik.
Metode pembelajaran literasi dan numerasi.
Sistem dan kurikulum sekolah internasional.
Para peserta diajak untuk berdiskusi aktif, mencoba praktik langsung, serta merancang model pembelajaran interaktif.
Narasumber juga menekankan pentingnya menciptakan kelas yang ramah anak, tanpa label negatif dan tanpa kekerasan, dengan melibatkan siswa dalam penyusunan aturan kelas.
Selain itu, guru didorong untuk memanfaatkan media elektronik sederhana seperti HP, TV, dan aplikasi pembelajaran gratis agar proses belajar menjadi lebih hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
Rully menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya bertumpu pada sekolah, tetapi juga pada sinergi antara guru, siswa, dan orang tua. Komunikasi yang baik, katanya, menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem belajar yang sehat dan produktif.
Dari hasil kegiatan, disimpulkan bahwa fasilitas sekolah negeri sebenarnya tidak kalah dengan sekolah internasional.
Yang dibutuhkan adalah kreativitas, konsistensi, dan inovasi guru dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Melalui kolaborasi antara Dindikbud Kota Cilegon, para pendidik SDN, dan FKS Group, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan generasi Cilegon yang cerdas, kreatif, dan siap bersaing di tingkat Global.
