CILEGON —RedMOL. ID - Menjelang peringatan Isra Mi’raj 1447 Hijriah yang jatuh pada 16 Januari 2026, tokoh perempuan Cilegon, drg. Rully Kusumawardhany, MM, menyoroti peran besar wanita dalam sejarah dakwah Islam. Ia menilai bahwa kemajuan peradaban Islam tidak lepas dari kontribusi perempuan tangguh yang berperan di berbagai bidang kehidupan.
Menurut Rully, Isra Mi’raj tidak hanya mengandung makna spiritual mengenai perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi umat Islam, khususnya kaum perempuan, untuk memperkuat peran mereka dalam membangun peradaban yang berlandaskan iman dan ilmu.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita bahwa ketinggian iman bukan diukur dari tempat kita berdiri, tetapi dari seberapa dekat kita dengan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Rully dalam pesannya, Kamis (15/01/2026).
Rully menambahkan, sejarah Islam mencatat banyak perempuan berpengaruh seperti Khadijah binti Khuwailid dan Aisyah binti Abu Bakar, yang menjadi teladan dalam perjuangan dakwah, pendidikan, dan kepemimpinan moral. “Perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi berakhlak dan berilmu. Sudah saatnya potensi itu terus diberdayakan,” tegasnya.
Dalam peringatan Isra Mi’raj tahun ini, Rully juga mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan. Ia menilai bahwa kemajuan umat harus dimulai dari keluarga dan komunitas yang saling mendukung, dengan perempuan sebagai pilar utama di dalamnya.
Dengan pesan yang meneduhkan namun penuh makna, drg. Rully Kusumawardhany kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan perempuan dan pembangunan karakter umat melalui nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
